Home

Tampilkan postingan dengan label uncategorized. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uncategorized. Tampilkan semua postingan

Tentang Ngrumpi dan PNS

Apakah saya terlalu cerewet??
mungkin iya, namun hanya sebatas di dunia yang ga nyata (??) di mana tidak semua orang dapat mendengar kecerewetan saya, tidak semua orang tahu ocehan-ocehan ga penting saya. Karena memang tidak semua orang bisa mengerti dan memahami jalan pikiran saya.


Bahkan saya sebenernya orang paling nyinyir dibanding mereka-mereka yang sering saya dengarkan ocehan dan rumpian-rumpian mereka, hanya saja saya tidak mengungkapkannya secara langsung. saya hanya menyimpannya atau paling banter menuliskannya di dunia maya yang rekam jejaknya tidak bisa terhapus. (sebenarnya agak riskan ya, tapi mau gimana lagi ini juga yang bikin saya nyaman)
0

Baru Issue kog... belum pelaksanaan

http://hendrassatria.blogspot.co.id
Siang ini sedang ingin menulis tentang tema yang sedang ke-kini-an, yaitu Isu kenaikan harga rokok (baru isu ya, belum tahu naik beneran atau tidak). Tadi pagi begitu sampai kantor nyalain komputer buka sisfo, log in instagram-facebook-dll, dan terhenti di facebook karena baca status orang yang kira-kira isinya dengan adanya kenaikan rokok justru memperbanyak begal. Saya ga habis pikir apa hubungannya?? karena dengan kenaikan bahan pokok saja sepertinya tidak bisa "melogiskan" alasan semakin banyaknya begal. Apa iya rokok itu jauh lebih penting ketimbang kebutuhan makan manusia? kan cuman kebutuhan sekunder, bahkan menurut saya itu kebutuhan tersier. Kalau memang tidak bisa menjangkau harga rokok kenapa ga dikurangi saja, atau mungkin sekalian berhenti biar duitnya bisa jajanin anak dan shopping buat istri (merdeka...ahahaha). Terkesan egois ya tulisannya, ya sudahlah kan blog saya sendiri jadi terserah saya juga mau nulis apa?? (lhoo.... maafkan.. maafkan..). Tanpa mengesampingkan para pekerja dan buruh pabrik rokok, tulisan ini sebenarnya cuman ingin memandang suatu keadaan dari arah yang berbeda. bukan sok 'anti-mainstream' melawan arus yang menolak kenaikan harga rokok. Saya berada di pihak yang netral.

Okelah mungkin saya menulis seperti itu karena saya tidak pernah -bersentuhan- langsung dengan perokok, karena Bapak saya tidak merokok dan suami saya juga bukan perokok dari dulu sampai sekarang (Alhamdulillah), jadi saya tidak tahu betapa pentingnya rokok bagi kehidupan pecandunya. Jujur saja, sebenarnya saya agak sensitif dengan bau dan asap rokok. Saking sensitifnya saya bisa tau kalau teman dengan radius 10 meteran dari saya itu habis ngrokok atau dulu saat "teman" saya sedang berbohong bahwa mereka sudah berhenti merokok saya bisa dengan mudah tahu kalau saya dibohongi. Dengan naifnya dulu saya memaksa orang-orang yang ingin dekat dengan saya untuk berhenti merokok (Kog malah....ah sudahlah back to the topic).

Di satu sisi saya bersyukur dengan kenaikan rokok karena paling tidak akan sedikit mengurangi polusi udara di sekitar saya dan mengurangi kemungkinan anak saya kelak akan coba-coba menghisap rokok saat remaja nanti. Tapi di sisi lain juga ada sedikiit simpati kepada pedagang rokok yang mungkin penghasilannya akan berkurang dilihat dari segi penjualan rokok, ibu-ibu yang suaminya merokok juga (tapi semoga tidak) uang belanjanya berkurang karena keegoisan suaminya untuk memaksakan diri tetap mengkonsumsi rokok padahal penghasilan ga naik juga dan tetangga-tetangga yang tiap malam begadang untuk merajang tembakau, takutnya harga tembakau anjlok karena kenaikan harga rokok, tapi semoga ikut naik juga ya..kan bisa buat ekspor dan produk lain selain rokok. Atau mungkin cari alternatif tanaman lain meskipun, hasilnya ga sebesar tembakau.... Untuk yang merasa tidak produktif tanpa rokok.. Ahh saya yakin kemampuan otak anda ga se-tergantung- itu dengan rokok. pasti ada cara lain, atau mungkin cara lain untuk menambah penghasilan untuk membeli rokok (Asal jangan begal ya.. Ngeriii)

Jadi intinya tulisan ini kesimpulannya apa???

Ngambang... hahaha

gak deh.. intinya kenaikan harga rokok ga selamanya berimbas negatif, banyak positifnya juga kog tergantung dari sisi mana kita memandang kebijakan tersebut..
0

Masih Anak-Anak atau Sudah Dewasa (khusus Petrempuan)


Dengan menyebut Nama Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Semoga Anda sekalian disukseskan & diberkahi olehNya.

Sebenarnya saya ingin menuliskan kalimat "Tidak jarang persoalan ini dipermasalahkan" pada awal kalimat pembuka. Namun ternyata ini lebih dari tidak jarang! Iyah. Rupanya persoalan apakah seseorang masih anak-anak atau sudah dewasa ini sering tersirat. Nah, dari hal-hal yang tersirat inilah makanya saya simpulkan bahwa persoalan ini harus kita bahas. Asyiknya, kita akan membahasnya secara holistik.

Dan yang perlu saya ingatkan, nanti kan disini saya akan membedakan antara anak-anak dan dewasa, nah, maksud anak-anak disini bukanlah berarti anak-anak yang memang masih anak-anak, melainkan maksud anak-anak disini adalah seseorang yang umurnya sudah belasan, seharusnya bisa disebut dewasa, tetapi masih seperti anak-anak. Ingat ini agar tidak terjadi miss communication iyah.
0

copyright © Qiaramint